Tampilkan postingan dengan label Animal story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Animal story. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Desember 2011

[Foto] Unik, Gajah Memanjat Pohon

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtPxoN1Xs19pDsvsp03baOtZ6d0LZ4b4eeGweIExBkq0P1QI0QlDNI9VgaVY13XtQHpmbTKB3zE7cZbWtp1xZgGUP1V8VHZq_QRE2nJpuup_CHPbC-X0Qj_8FYFwYSMY96jMQCann_1Gw/s1600/foto_gajah_afrika.jpg
Ini adalah penampakan gajah dengan kesehariannya

-


-


-


-

- ADA seekor gajah muda tertangkap kamera memanjat sebuah pohon di Sri Lanka
http://2.bp.blogspot.com/-XRLWTIq2RYo/Ta7C-oy7cVI/AAAAAAAAAJA/jLmQmSXWCf0/s1600/v23fmpmj.jpg
saat banjir.Benar benar satu kekuatan dahsyat yang timbul disaat terdesak. Sebuah pohon setinggi 18 ft di tepi sungai Galoya dan terlihat seekor gajah di puncak pohon tersebut entah bagaimana gajah itu bisa memanjatnya.







sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8049397
Read More >>

Cancorang: Tercantik sekaligus Terkejam




Cancorang, belalang sembah, Kedehe, atau apa pun istilah yang Anda pakai untuk menamai mereka, adalah serangga yang paling menarik dan sekaligus paling menakutkan dalam 2.300 spesies belalang sembah di dunia. Di barat sono dia disebut Praying Mantises. Kata 'mantis' berasal dari bahasa Yunani, dan berarti nabi atau peramal. Nabi berdoa? Sangat tepat. Mereka begitu sering terlihat seperti mereka tahu sesuatu yang tidak kita ketahui.

Mantids dapat memutar kepalanya 180 derajat untuk memantau sekitar dengan dua mata majemuk yang besar dan tiga mata sederhana lainnya yang terletak diantaranya. Penglihatannya yang sangat baik memungkinkan melihat gerakan hingga jarak 60 kaki (18 meter).

Biasanya mereka berwarna hijau atau coklat, lihai berkamuflase pada tanaman dimana mereka tinggal. Belalang sembah bisa menyergap atau sabar menunggu buruan mereka. Mereka menggunakan kaki depan mereka untuk menjerat mangsanya dengan refleks begitu cepat.

Ngengat, jangkrik, belalang, lalat, dan serangga lainnya adalah buruannya. Namun, ternyata Belalang Sembah juga makan dari jenisnya sendiri alias kanibal.
Contoh yang paling terkenal ini adalah perilaku kimpoi yang kadang-kadang makan pasangannya setelah-atau bahkan selama-kimpoi. Namun perilaku ini tampaknya tidak menghalangi pria dari reproduksi.








sumber: duniafauna
Read More >>

Ikan yang Mempunyai Tangan



Tak butuh waktu lama untuk sebuah kejutan langka, seperti dialami peneliti oseanografi LIPI, Augy Syahailatua, ketika bersama peneliti lain melihat langsung keberadaan ikan purba coelacanth.
Kejutan itu terjadi pada siang hari tanggal 27 Juni 2007 di Malalayang, Teluk Manado, Sulawesi Utara.
Siang terik itu, kapal kayu peneliti baru sekitar 30 menit bergerak dari pantai Kota Manado. Kurang 500 meter dari tepian pantai, wahana bawah laut tanpa awak atau remotely operated vehicle (ROV) menangkap obyek utama penelitian ikan coelacanth. Data ROV mencatat, obyek berada di kedalaman 190,2 meter hingga 195 meter. ”Kami beruntung. Tentu gembira sekaligus terkejut,” kenang Augy.
Kenapa disebut beruntung dan terkejut? Berdasarkan catatan resmi survei biologi museum ilmu kelautan Aquamarine Fukushima, Jepang, pihak yang getol meneliti coelacanth, itulah satu-satunya perjumpaan pada survei lapangan periode 27 Juni-12 Juli 2007. Dari 92 kali pengoperasian ROV (total waktu penyelaman 54 jam 55 menit), hanya terjadi satu perjumpaan selama 32 menit tersebut.
Secara total, ROV yang dibawa tim Aquamarine Fukushima telah merekam delapan kali perjumpaan pada periode tahun 2006-2007. Tahun 2008, tak satu perjumpaan pun terjadi.
Menemukan keberadaan ikan coelacanth memang tidak mudah. Bahkan, bisa dibilang sulit dan berongkos mahal.
Informasi ilmiah menyebutkan, habitat ikan coelacanth berada pada kedalaman lebih dari 180 meter dengan suhu air laut maksimal 18 derajat celsius. Pada perjumpaan 27 Juni 2007, ROV merekam coelacanth sedang berdiam di mulut goa batuan lava bawah laut.
Pergerakan sekaligus sorot lampu ROV tidak mengejutkan coelacanth. Puluhan menit berdiam seperti menggantung di mulut goa, coelacanth kemudian berenang perlahan dan menghilang di antara celah-celah goa.
 
Fosil hidup ”bertangan”
Para ahli menyebut ikan coelacanth sebagai ikan purba. Alasannya, ikan itu diyakini sudah ada di bumi sejak era Devonia sekitar 380 juta tahun silam. Hingga kini, bentuknya tidak berubah alias tidak berevolusi!
”Coelacanth juga disebut ikan fosil hidup,” kata peneliti ikan Pusat Penelitian Biologi LIPI, Agus H Tjakrawidjaja. Bersama satu peneliti Perancis dan beberapa peneliti Indonesia lainnya, Agus mengidentifikasi ikan coelacanth pertama di Indonesia ditemukan tahun 1998 di Manado, Sulut.
Hasilnya, ikan tersebut merupakan jenis baru yang kemudian disebut Latimeria menadoensis dan dipublikasikan di jurnal ilmiah Perancis, Comtes Rendus de L’Academie des Sience (24 Mei 1999). Identifikasi taksonomi itu mengejutkan ahli zoologi sedunia karena sejak tahun 1940 dunia hanya mengenal satu spesies coelacanth (Latimeria chalumnae) yang ditemukan di barat Madagaskar (1938), sekitar 10.000 kilometer dari Manado.
Ada kisah menarik di balik penerbitan spesies baru dari Manado itu. Agus mengisahkan, kelompok peneliti di Indonesia bersaing dengan peneliti dari Amerika Serikat, yang disebut-sebut menghalangi publikasinya di jurnal bergengsi, Nature. ”Toh, akhirnya bisa juga.”
Secara fisik, sekilas fosil hidup tampak seperti ikan kerapu macan. Loreng-loreng gelap bergigi tajam.
Keunikan paling nyata adalah keberadaan sepasang sirip dada, sirip perut, satu sirip anal (bagian belakang bawah), dan satu sirip punggung yang tidak menyatu dengan tubuh, tetapi menjulur seperti tungkai layaknya tangan manusia.
Untuk tetap pada posisinya, coelacanth menggerakkan sirip perut dan sirip dadanya seperti dayung. Gerakan maju datang dari sirip anal dan sirip punggung belakang.
Ada dugaan, coelacanth dapat bergerak mundur, tetapi belum ada publikasi mengenai kebenarannya. Yang pasti, seperti dikatakan Agus, rahang atas coelacanth dapat bergerak membuka seperti rahang bawah.
Peneliti ikan LIPI lainnya, Haryono, mengaku belum pernah melihat ikan dengan kemampuan membuka rahang bagian atas seperti coelacanth. Dengan kemampuan itu, coelacanth, ikan karnivora, dimungkinkan memangsa ikan yang lebih besar.
Agus menambahkan, coelacanth menetaskan telurnya di dalam perut, bukan di luar tubuhnya. ”Namun, ia tetap bukan mamalia air,” katanya.
Di dunia, habitat coelacanth diketahui di pantai Afrika, yakni Kenya, Tanzania, Mozambik, Madagaskar, dan Afrika Selatan, serta Indonesia. Di Indonesia, sebaran coelacanth mulai dari Buol, Tolitoli, Sulawesi Tengah, hingga Manado, Sulawesi Utara, sekitar 400 kilometer.
Penelitian Aquamarine Fukushima di kedalaman laut di kawasan itu (2006-2007) merekam tujuh coelacanth. Seluruhnya di kedalaman lebih dari 120 meter dengan suhu antara 12 C dan 17 C.
”Kami menduga, coelacanth juga ada di perairan Biak,” kata Augy. Pertimbangannya, kondisi bawah lautnya memiliki kemiripan dengan Sulut; berpalung dengan goa-goa batuan lava.
 
Kunci evolusi
Para ahli sepakat, berbagai keunikan coelacanth, yang belum seluruhnya terungkap, merupakan kunci penting mengungkap tabir evolusi makhluk bawah air. Alasan itu pulalah yang membuat pihak Jepang berupaya keras mengetahui seluk-beluk ikan fosil hidup itu.
Selain di Indonesia, Aquamarine Fukushima juga memiliki proyek survei lapangan di Afrika Selatan dan Tanzania. Tujuan survei itu adalah memfilmkan coelacanth di habitat aslinya.
Proyek jangka panjang yang fokus pada coelacanth itu disebut proyek ”Greeneye”. Selain survei lapangan, aktivitas proyek diikuti lokakarya dan simposium internasional serta ekshibisi khusus, termasuk mendatangkan awetan coelacanth ke Jepang selama sekitar tiga bulan.
Hingga tahun 2008, Jepang masih berupaya memiliki awetan basah coelacanth yang kini disimpan di Museum Biologi LIPI. Namun, masih ada penolakan dari peneliti.
Menyadari potensi besar coelacanth, yang mewakili kekayaan sumber daya hayati laut Tanah Air, Indonesia menjadikan ikan fosil hidup sebagai maskot Konferensi Kelautan Sedunia dan Pertemuan Segitiga Terumbu Karang (WOC-CTI Summit) pada 11-15 Mei 2009 di Manado.
Di Indonesia, setidaknya ada dua awetan basah coelacanth, yakni yang disimpan di Museum Biologi LIPI di Cibinong dan di Manado. Coelacanth menunjukkan bahwa kekayaan laut Indonesia sekaligus keterbatasan pengelolaan dan penelitian kelautan di Tanah Air.








sumber: okebanget.net
Read More >>

5 Laba-Laba Paling Berbahaya di Bumi

Laba-laba memberikan kontribusi tak terhitung untuk ekosistem bumi. Mereka membersihkan populasi serangga berbahaya, memelihara tanaman dan hewan penting.

Sutra mereka adalah suatu keajaiban alam, dan dapat dimanfaatkan untuk aplikasi militer dan industri untuk manusia. Berikut adalah 5 laba-laba paling mematikan yang pernah dikenal.



5. The Red Back


Laba-laba Redback (punggung merah) ditemukan di seluruh penjuru Australia. Redback betina biasanya berwarna hitam dengan jejak merah dan bergaris oranye di punggung.

Laba-laba ini memiliki racun neurotoksik dan bila tergigit dapat menyebabkan melemahnya otot, mual, muntah dan berkeringat. Yang paling fatal adalah lumpuh dan menimbulkan kematian.




4. The Funnel-Web


Laba-laba funnel-web juga berasal dari Australia. Funnel-web jantan berwarna hitam atau coklat mengkilap. Laba-laba ini saat menyerang, berdiri dengan kaki belakang mereka, memperlihatkan taring mereka.

Mereka juga memiliki racun neurotoksik dan gigtan mereka dapat menyebabkan produksi air liur berlebihan, berkeringat, kejang, dan keluar air mata.




3. The Brazilian Wandering


Laba-laba Brazilian Wandering ditemukan di hutan Amerika Selatan. Mereka gugup dan agresif. Gigitannya sangat menyakitkan karena ia melepaskan serotonin ke aliran darah korbannya. Serotonin bisa membuatmu mati seperti terkena overdosis narkoba.



2. The Brown Recluse


Laba-laba kecil ini mempunyai punggung berbentuk biola. Racun Brown Recluse Spider menyebabkan bentol. Gigitannya juga tidak sakit, namun jangan salah, bentolan tersebut kemudian akan membusuk dan terlepas dari bagian tubuh korbannya.



1. The black Widow


Laba-laba ini mungkin adalah yang paling mematikan. Laba-laba hitam mengkilap ini dapat ditemukan di Amerika Utara. Racun neurotoksik mereka menimbulkan rasa sakit saat menggigit, dengan dua tanda taring yang jelas sesudahnya.

Gejala-gejala gigitannya termasuk rasa sakit perut dan punggung, kram otot perut, gagal pernapasan, tekanan darah tinggi, kegelisahan dan jika terlampau lama digigit, akan menyebabkan kematian.







sumber: kaskus.us
Read More >>

Jumat, 30 Desember 2011

5 Binatang Yang Mendapat Julukan "Devil"

Thorny Devil (Moloch horridus)
Binatang berduri yang aneh dan unik, sepintas mirip naga. Hidup di gurun di Australia. Panjangnya 20 cm, dan bisa hidup sampai 20 tahun. Untuk mempertahankan diri dia bisa berkamuflase. Naga kecil ini umumnya hidup di gurun. Duri-duri pada tubuhnya adalah untuk melindungi diri dari binatang pemangsa lainnya. Keunikan lain dari binatang ini adalah ia memakan apapun yang jatuh ke tubuhnya. Salah satu yang disukainya adalah semut. Ia bisa memakan ribuan semut dalam satu hari.

[Image: thorny-devil-1.jpg]

[Image: thorny-devil-2.jpg]

Tasmanian Devil
Binatang ini termasuk dalam kelompok carnivorous marsupials yang hidup di hutan kering. Tasmanian juga masuk dalam jenis anjing. Meski bertubuh kecil, tapi binatang ini memiliki rahang juat serta gigi-gigi runcing dan kuat sehingga membuatnya sanggup memakan tulang-tulang keras, ataupun benda-benda keras. Tasmanian termasuk binatang ganas dan memiliki longlongan mengerikan. Ia kadang berburu binatang hidup, tapi yang paling disukainya adalah memakan bangkai. Artinya, dia suka makan daging dari binatang yang sudah mati yang ditemukannya. Seperti umumnya gejala anjing tak sehat (mengidap rabies dan penyakit lainnya) maka Tasmanian pun memiliki gejala yang sama, jika dia memasukkan ekornya di dua kaki belakangnya, atau ekornya berbulu tipis, maka menandakan ia mengidap penyakit

[Image: Tasmanian-devil-1.jpg]

[Image: Tasmanian-devil-2.jpg]

Sand Devil
Namanya aneh Sand Devil (setan pasir), nama lainnya adalah angel shark. Ikan ini jenis hiu dari keluarga Squatinidae yang ditemukan di ujung benua subtropis dan lereng sol bagian atas Atlantik barat. Entah kenapa ikan ini mendapat nama unik, 'sand devil' juga 'angel shark'. Yang pasti dua nama itu tak berhubungan dengan kebiasaan dari ikan ini.Berbeda dari umumnya ikan hiu yang kita tahu, angel shark tidak agresif, dia juga tidak menyerang, kecuali diganggu. Gigitannya bisa menyebabkan luka parah, karena giginya sangat runcing. Nama ilmiah ikan hiu setan pasir ini adalah Squatina dumeril.Ikan ini memiliki beberapa taring pada moncongnya. Makanannya adalah ikan-ikan kecil, krustase dan binatang bercangkang dua.

[Image: Sand-devil.jpg]

Hickory Horned Devil
Seperti Thorny Devil, Hickory Horned Devil pun tubuhnya berduri bahkan bertanduk. Ini untuk melindungi diri dari serangan para pemangsa. Binatang ini sebangsa ulat tanaman yang hidup di Ametika Utara. Tanduk dan duri-duri di tubuhnya terlihat menyeramkan dan berbahaya, padahal sesungguhnya tidak. Meski bertampang seram, Hickory sama dengan ulat ulat tanaman lainnya. Duri-duri merah yang berujung hitam panjangnya masih bisa berkembang hingga 15 cm. Sebelum berkembang biak, ulat ini akan berubah warna pirus lalu berkembang biak di dalam tanah yang telah dipersiapkan.

[Image: Hickory-Horned-Devil-2.jpg]

[Image: Hickory-Horned-Devil-1.jpg]

African Devil Flower Mantis
Ini adalah salah satu spesies terbesar dari bangsa belalang. Bionomically dikenal sebagai Idolomantis diabolica, belalang paling bersar yang berasal dari Afrika Timur. Dari ukuran L2 diperkirakan memerlukan waktu 1 tahun untuk mencapai ukuran 25-30C. Ini juga disebut sebagai'Raja Mantis' . LIhat gambar, ini merupakan 'mantis terbesar' , kelihatan indah, dan cantik. Tapi ini juga sudah semakin langka. Binatang langka ini mengkonsumsi serang-serang seperti ngengat, lalat, kupu-kupu, kumbang tapi dia tidak menyukai serangga yang hidup di tanah seperti jangkrik, dll.

[Image: African-devil-flower-2.jpg]

[Image: African-devil-flower-1.jpg]











sumber: http://tuanmuda.us/showthread.php?tid=8394&pid=39711#pid39711
Read More >>

[Foto] Gokil, Nikah Dengan Ikan Paus







upsss bukan tapi yang dibawah gann




































sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12274710
Read More >>

10 Binatang Dengan Suara Paling Keras

10. Secara teknis, buaya memang tidak memiliki pita suara, tapi satu hal yang mengejutkan adalah, hal ini tidak mencegah mereka dari membuat kegaduhan. Buaya mendesis, mendengus, batuk, menggeram dan, yang paling terkenal, di bawah air, membuat suara infrasonic yang menimbulkan gulungan air kecil di permukaan, membuatnya bergetar atau "berdansa." Meskipun frekuensi yang dihasilkan terlalu rendah bagi manusia untuk mendengar, namun suara tersebut dapat mencapai jarak jauh untuk menjangkau calon pasangan.


9. Sejenis burung kiwi besar ini adalah hewan asli Selandia Baru dan bekerja sangat keras pada musim kimpoi. Kakapos jantan akan menciptakan semacam amfiteater di lingkungan mereka sendiri. Yang terakhir, Kakapo akan berdeham, mengembang kantung udara di dadanya, kemudian melepaskan suara beresonansi tinggi yang dapat didengar sampai tiga mil jauhnya! Ia meneruskan ritual setiap malam selama empat bulan, memompa keluar hingga 10.000 panggilan.


8. Jika Anda pergi berkemah di belantara Minnesota dan anda terganggu oleh jeritan serigala, jangan panik, meskipun hal itu mungkin terdengar mengerikan, serigala itu mungkin berada 10 mil jauhnya. Sebuah lolongan serigala dapat mengidentifikasi satu sama lain dari jarak jauh hanya dengan panggilan mereka sendiri. Ketika mereka sedang melakukan paduan suara, hal itu dimaksudkan agar para pemangsa tidak dapat menebak berapa banyak serigala yang akan mereka hadapi? Apakah 1 atau bahkan 100?


7. Rahasia di balik suaranya yang melengking adalah kantung pada tenggorokan monyet, yang berisi kantong khusus pada kotak suara yang menguatkan dengan panggilan untuk menakut-nakuti orang lain dari wilayahnya dan jauh dari pohon buah-buahan berharga. Nah, itu monyet yang benar-benar menyukai buahnya pohon!


6. Masuk akal bahwa tanah terbesar di dunia bukan hanya hewan beratnya satu ton, tetapi membuat satu ton suara juga. Gajah menggunakan lebih dari 25 panggilan yang berbeda. Batangnya bertindak sebagai semacam ruang beresonansi, pengeras suara meledak keluar dari paru-paru besar. Gajah juga dapat berkomunikasi jarak jauh dengan bantuan Infrasonik - frekuensi rendah, sub-sonik gemuruh yang sebenarnya dapat dirasakan melalui kulit sensitif gajah pada kaki dan bagasi. Ada kesempatan untuk pergi tuning satu sama lain.


5. Para jangkrik mungkin hanya 1 atau 2 inci, tapi dengan "lagu" yang dapat menekan 120 desibel, itu juga mudah serangga yang paling keras di dunia. Bug ini layak tumpukan tiket untuk mengganggu perdamaian, yang datang sebagai akibat dari keras memeras noisemakers, yang disebut timbals, yang terletak di basis perut. Tidak simbal, timbals - dan kontrak mereka super-cepat menciptakan sit-up dengan suara yang mengingatkan kita pada gergaji pada kecepatan penuh. Kebisingan memang memiliki arti: itu adalah perkimpoian laki-laki panggilan, dan lebih dari 250 jenis jangkrik setiap memainkan lagu mereka sendiri. Jadi, jika Anda sudah mencari lagu pendek yang sempurna untuk men-download ke MP3 player, di sini ada 250 ide!


4. Ketika jeritan kelelawar kepala lepas, bukan hanya melakukan yang terbaik Naomi Campbell peniruan, tetapi melibatkan sistem GPS internal juga. Bernada tinggi suara bertindak sebagai sonar kelelawar untuk membantu menemukan jalannya dalam gelap, dan itu membuat untuk peta yang cukup baik. Sonarnya begitu tepat, kelelawar dapat membedakan antara benda-benda yang hanya terpisah sejauh lebar rambut manusia, terlepas dari pencahayaan. Catatan untuk diri sendiri: tidak pernah bermain "Pin the Tail pada Keledai" dengan kelelawar.


3. Ya, ikan haring memancarkan gas dari pantat mereka untuk berbicara dengan satu sama lain serta menakut-nakuti predator, tapi pada frekuensi terlalu rendah bagi manusia yang pernah mendengar. Jika itu terdengar kepada kami, itu akan terdengar seperti jet lepas landas - agak sulit untuk berpura-pura seperti itu hanya sepatu Anda, ya?


2. Paus dapat berteriak di seberang lautan - secara harfiah. Yah, setidaknya dapat ikan paus biru, dengan bersin yang dapat didengar di sisi lain dunia. The bungkuk menang "Kebanyakan Chatty," dengan lagu-lagu berlangsung hingga setengah jam dan membawa lebih dari 100 mil jauhnya. Paus sperma bahkan menggunakan suara untuk berburu dalam kegelapan kedalaman dasar laut, menyelam dan navigasi seperti kelelawar dengan sinyal sonar yang dapat ditembak dengan kekuatan untuk melumpuhkan meriam cumi-cumi. Itu beberapa pistol setrum!


1. Sebuah udang yang menghancurkan kaca hanya dengan snap pasti layak Nomor 1 di daftar "Loudmouths". Ditemukan di karang tropis di seluruh dunia, udang pistol dilengkapi dengan, yah, pistol, dalam bentuk cakar besar yang keluar tunas semburan air. Air sungai bergerak dengan kecepatan seperti itu menciptakan gelembung udara. Setelah granat implodes kecil ini, itu bungkus pukulan hebat, menciptakan gelombang kejut yang besar ikan paus lebih keras daripada panggilan yang dapat membunuh ikan dan udang lainnya hingga 6 meter jauhnya. Snap the sonic juga memancarkan kilatan cahaya kecil, yang sesaat menyebabkan suhu di dalam gelembung melambung lebih dari 8.500 derajat Fahrenheit - yang merupakan salah satu kompor panas Anda tidak ingin menyentuh!











sumber: kaskus.us
Read More >>

Kamis, 29 Desember 2011

[Foto] Tikus Ini Sedang Apa?

http://thechive.files.wordpress.com/2009/11/gross-dude-3.jpg?w=500















sumber: www.tt.mop.com
Read More >>

[Foto] Kompetisi Kelinci Pelompat di Eropa

Lebih dari delapan puluh kelinci mengambil bagian dalam Kompetisi Tahunan Rabbit Hopping kelima pada 28 Agustus 2011 di Rommerz dekat Fulda, Jerman. Kelinci-kelinci lucu ini berkompetisi berdasarkan kelas-kelas, mulai dari kelas ringan,kelas menengah dan kategori jumping-for-points pada hambatan - hambatan berupa miniatur. Rabbit hopping (Kelinci Lompat) menjadi tren yang makin berkembang di antara pemilik kelinci peliharaan di Eropa Tengah dan Kejuaraan Eropa pertama dijadwalkan akan diadakan akhir tahun ini di Swiss.























sumber: telegraph
Read More >>

Ikan Lele Raksasa Pemakan Manusia di Sungai Gandaki River


Anda mungkin sudah mengetahui tentang ikan pemangsa manusia yang hidup di dasar samudera seperti Ikan Hiu. Kisah-kisah berikut ini menceritakan keberadaan ikan predator raksasa sejenis Catfish (ikan lele) yang hidup di air tawar dan juga

Great Kali Gandaki River adalah sebuah sungai yang berada di perbatasan antara India dan Nepal. Alirannya bersumber dari sumber air di Pegunungan Himalaya di ketinggian 3600 mdpl. Keindahan sungai ini sudah tak perlu diragukan lagi. Sayangnya suatu Legenda menakutkan tentang monster pemakan manusia, menghantui desa-desa yang berada di kawasan ini. Membuat penduduk enggan mandi ataupun bermain di sekitar sungai itu.


Kejadian pertama yang mengawali teror ganas dari mahluk penghuni sungai itu terjadi pada bulan April tahun 1988. Seorang pemuda Nepal ketika baru saja masuk ke dalam sungai, langsung ditarik oleh “sesuatu” dan lenyap begitu saja. Tiga bulan berselang, seorang anak laki-laki yang sedang mandi di Sungai Kali bersama ayahnya, tiba-tiba di serang dan di seret kedalam air. Si ayah hanya bisa berteriak dan tak dapat melakukan apa-apa.



Setelah itu, kejadian seperti ini terjadi berulang kali hingga menghantui para penduduk yang tinggal di sekitar aliran Sungai Kali. Bahkan beberapa tahun belakangan ini, laporan tentang hilangnya penduduk yang mandi di Sungai Kali semakin meningkat. Penduduk bingung dan mulai berargumentasi tentang jenis mahluk yang tinggal di situ. Beberapa penduduk percaya ada sekumpulan buaya yang hidup di sungai itu. Namun setelah diselidiki, ternyata tidak ada komunitas buaya yang hidup di daerah itu.

Terakhir, pada tahun 2007, seorang pemuda Nepal berumur 18 tahun yang sedang berenang di sungai itu ditarik oleh monster misterius dan lenyap begitu saja dari permukaan air. Menurut saksi mata yang menyaksikan kejadian itu, bentuk monster itu seperti babi berukuran sangat besar.

Goonch Fish, Lele Kanibal
Rasa penasaran penduduk akhirnya terjawab ketika seorang ahli biologist dari Inggris bernama Jeremy Wade melakukan penelitian di Sungai Kali dan menemukan jawaban yang mengejutkan.

Wade menemukan kenyataan bahwa monster pemakan manusia itu ternyata adalah sejenis ikan lele raksasa (Giant Cat Fish) yang telah mengalami perubahan DNA karena sering memakan mayat yang dihanyutkan ke sungai setelah terlebih dahulu dibakar dalam acara ritual pemakaman tradisional masyarakat setempat yang dikenal dengan nama Ritual Bagmati.

“ Ikan jenis ini merupakan jenis ikan endemis sungai ini. Namun, karena telah puluhan tahun menyantap daging mayat yang dihanyutkan melalui sungai, ikan ini berubah secara genetik menjadi jauh lebih besar dari ukuran sebenarnya. Mereka menjadi ketagihan, dan mulai menjadikan daging manusia menjadi menu utama. Jadi jika lama tidak ada ritual pemakaman, ikan ini menjadi ganas dan menyerang manusia,” Wade menjelaskan.



Dalam penelitiannya, Jeremy Wade juga berhasil menangkap seekor ikan lele pemangsa daging manusia dengan ukuran 1,8 meter dan berat berkisar 73 kilogram. Menurut Wade jika ikan dengan ukuran sebesar itu ketika menyerang manusia di dalam air, maka sedikit sekali kemungkinan korbannya untuk menyelamatkan diri. Wade lalu menamakan ikan lele raksasa itu dengan nama Goonch Fish.

Perjalanan penelitian Jeremy Wade saat menyelidiki ikan lele pemakan manusia di Sungai Kali Dakali telah di dokumentasikan dan akan ditayangkan perdana pada tanggal 21 Oktober nanti di salah satu stasiun televisi Inggris (Channel 5) dengan judul “ Monster Air Pemakan Daging Manusia”.



Pemangsa dari Huadu’s Furong
Bukan hanya di Sungai Mekong saja terdapat jenis ikan lele raksasa. Baru-baru ini di Waduk Huadu’s Furong-China, terjadi kegemparan. Selama ini, dalam setahun selalu saja terjadi beberapa kasus orang tenggelam dan hilang secara misterius di waduk itu.

Namun akhirnya misteri itu terjawab sudah. Penduduk setempat berhasil menangkap seekor ikan lele raksasa yang ukuran panjang badannya mencapai 3 meter dan lebar kepala berkisar 1 meter. Gilanya lagi, ketika masyarakat membelah perut ikan itu, mereka menemukan “sisa-sisa” seorang lelaki di dalam tubuh ikan itu..

Namun karena pemerintah lokal khawatir insiden ini akan berdampak pada kepariwisataan daerah itu, mereka berusaha keras agar peristiwa itu tidak terpublikasi secara luas. Tapi beberapa turis sempat datang dan mengabadikan gambar ikan lele pemangsa manusia dengan ponsel mereka.

Beberapa kalangan beranggapan ikan ini adalah ikan jenis Waking Catfish atau clarius batrachus (ikan lele berjalan). Namun belum ada yang dapat menjelaskan bagaimana mungkin ikan lele yang berukuran centimeter bisa menjadi begitu besar.

Saat ini masyarakat lokal maupun turis asing tidak diperbolehkan berenang di Waduk Huadu’s Furong. Orang banyak memperkirakan masih ada ikan sejenis yang hidup di waduk itu, siap memangsa orang yang berenang di situ.



Raksasa Sungai Mekong
Sungai Mekong yang merupakan salah satu sungai utama di dunia banyak menyimpan berbagai jenis ikan-ikan raksasa. Sungai Mekong merupakan sungai terpanjang ke-12 di dunia, dan ke-10 terbesar dalam volume (melepas 475km³ air setiap tahunnya), dia mengisi wilayah seluas 795.000 km² dari Tibet dia mengalir melalui China provinsi Yunnan, Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam. Semua kecuali China dan Myanmar masuk kedalam Komisi Sungai Mekong. Karena variasi musim yang sangat berbeda dalam aliran dan adanya “rapid” dan air terjun membuat navigasi sangat sulit.

Menurut para peneliti, sungai ini adalah rumah dari berbagai jenis ikan raksasa air tawar. Yang paling terkenal adalah Mekong Giant Cat Fish. Jenis ikan lele raksasa ini memang hidup disepanjang aliran Sungai Mekong yang melintasi beberapa negara di Asia tersebut.

Pada tahun 2005, seorang nelayan Muangthai menangkap ikan lele raksasa sebesar beruang Grizzly di Sungai Mekong. Ukuran ikan ini berkisar 2,7 Meter dengan berat mencapai 646 pon.

Memang penangkapan ikan lele berukuran raksasa di Sungai Mekong bukanlah hal yang aneh. Sudah berulang kali nelayan setempat mendapatkan ikan lele berukuran raksasa di sungai itu. Namun sepertinya belum ada yang menyamai ukuran ikan lele yang ditangkap nelayan Muangthai tersebut.

Bukan Pemangsa

Berbeda dengan kasus di Sungai Kali di Nepal dan Waduk Huadu’s Forung di China, tidak ada laporan yang menyebutkan bahwa ikan lele raksasa di Sungai Mekong adalah pemangsa manusia.

IUCN (International Union for Conservation of Nature), sebuah badan dunia yang bergerak di bidang konservasi sumberdaya alam telah menyimpan dan memasukkan data keberadaan ikan lele raksasa dari Sungai Mekong sebagai jenis satwa air yang langka dan menuju kepunahan. Jenis ikan lele raksasa ini, juga telah menarik perhatian WWF (Worl Wildlife Fund) dan National Geografic Society. Kedua organisasi ini sedang bersama-sama menyusun rencana perlindungan terhadap jenis ikan itu.

Memang menakutkan jika kita membayangkan keberadaan raksasa-raksasa air tawar pemangsa daging manusia tersebut. Kita sekarang tentu akan menjadi was-was jika berenang di sungai maupun danau air tawar. Namun pertanyaannya adalah bagaimana mereka bisa menjadi kanibal dan doyan makan manusia. Apakah mereka yang mengganggu manusia, atau malah manusia yang mengusik habitat mereka..?

Di sisi lain ikan-ikan itu juga mempunyai hak untuk hidup. Sebab bukan tidak mungkin, mereka adalah sisa-sisa zaman prasejarah yang harus diteliti dan dilestarikan keberadaannya untuk perkembangan ilmu pengetahuan.









sumber: wikipedia.org
sumber: forum.vivanews.com
Read More >>

[Foto] Kucing Dalam Kehidupan Manusia

gambar kucing lucu

cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff
cute cat stuff






sumber: http://www.pictsel.co.cc/
Read More >>