Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Agustus 2011

Chen Clan Academy


Tampak depan Chen Clan Academy

Chen Clan Academy (mandarin: Chen Jia Ci) ini dulunya merupakan sebuah sekolah yang didirikan oleh Klan Chen pada masa Dinasti Qing. Kini, Chen Clan Academy berfungsi sebagai sebuah museum seni, tepatnya “Guangdong Folk Art Museum” (Museum Kesenian Rakyat Guangdong), juga sebagai sebuah tempat pameran seni budaya China.

Di sini dipamerkan banyak lukisan, juga ada beberapa pelukis yang mendemonstrasikan cara melukis. Yang paling menarik perhatian adalah seni lukis dengan kepalan tangan. Pelukis tidak menggunakan kuas, namun langsung memakai telapak tangan yang dikepal untuk melukis. Selain itu, ada juga seni kaligrafi China yang ditulis di atas… butiran beras, lalu beras itu dimasukkan dalam liontin kaca bening Selain itu, ada juga lukisan dan kaligrafi kipas, porselen, layang-layang, pahatan batu, kayu, dan giok.
Lukisan bambu

Ukiran kayu

Pajangan ayam porselen

Pahatan batu

Pahatan giok
Namun entah kenapa, yang paling menarik perhatian saya adalah pahatan gading… Alhasil, hampir semua fotonya berisi pahatan gading semua, hehehehehe… Mungkin karena jarang saya melihat pahatan jenis ini sebelumnya.
Pahatan gading berbentuk dewi, harganya 3000 yuan :-(

Pahatan 5 kambing, lambang kota Guangzhou

Aku juga gak terlalu jelas ini pahatan apa, tapi bagus

Pahatan ini menggambarkan Guangzhou modern

Kapal yang mendetail, berikut awak2 di dalamnya
Melihat pahatan gading yang sebegitu mendetailnya, saya jadi terkagum-kagum pada ketelatenan dan kesabaran para seniman gading… kalau gadingnya ada di tangan saya, bakal jadi penghuni tong sampah tuh gading tak lama lagi, 
Read More >>

Ternyata Separuh Lebih Orang Eropa Mewarisi DNA Firaun

Orang Eropa ternyata mewarisi DNA Firaun. Penelitian yang dilakukan oleh ahli genetika asal Swiss menunjukkan 70 persen orang Inggris dan 50 persen orang Eropa barat mendapat warisan gen dari Firaun Tutankhamun.  Temuan tersebut didapatkan setelah pusat genealogi DNA asal Zurich, iGENEA, merekonstruksi profil DNA Firaun Tutankhamun yang mendapat warisan kekuasaan dari ayahnya, Akhenaten, dan kakeknya, Amenhotep III. Perhatian peneliti lalu tertuju pada kelompok profil gen bernama haplogroup R1b1a2 yang juga dimiliki 50 persen manusia Eropa barat. Dengan demikian, manusia Eropa berbagi nenek moyang yang sama dengan Firaun.
Firaun
“Temuan yang menarik karena DNA Tutankhamun mengendap di diri sekelompok orang Eropa,” ujar Direktur iGENEA Roman Scholz. Untuk beberapa negara di Eropa barat, porsi warisan DNA Firaun ini cukup besar. Orang Spanyol memiliki 70 persen DNA Firaun, sementara orang Prancis memiliki 60 persen.
“Firaun dan orang Eropa berasal dari nenek moyang yang menghuni Kaukasus sekitar 9.500 tahun lalu,” ujar Scholz.
Haplogroup R1b1a2 sendiri menyebar dari Kaukasus ke arah barat pada tahun 7.000 sebelum Masehi. Penyebaran juga membawa teknologi pertanian ke Eropa.
Tutankhamun adalah Firaun yang mati muda. Ia hidup antara 1334-1323 sebelum Masehi. Makam Tutankhamun sendiri baru ditemukan pada Maret 1922 oleh arkeolog Inggris Howard Carter bersama topeng emas murni seberat hampir 11 kilogram berlapis berbagai batuan mulia. (ruanghati.com)
Read More >>

Sabtu, 06 Agustus 2011

Fakta Yang Unik Dan Seram Tentang Bulan

Fakta yang Unik dan Seram Tentang bulan. yang mungkin dalam pikiran kita terlintas kalau bulan itu indah..tapi dibalik keindahan itu ada sesuatu yang seram yang patut kita ketahui......langsung cek TKP aja....

 

Usia Bulan :
Usia bulan lebih tua dari yang diperkirakan, bahkan diperkirakan lebih tua daripada bulan dan matahari itu sendiri! Umur Bumi paling tua yang bisa diperkirakan adalah 4.6 Milyar tahun. Sementara itu batuan Bulan malah sudah berumur 5.3 Milyar tahun. Bulan lebih tua 1 milyar tahun ketimbang Bumi!

Lebih keras diatas :
Normalnya sebuah planet akan keras di dalam dan makin lama makin lembut diatas, seperti bumi kita. Tidak demikian hal nya dengan bulan. Bagian dalam bulan seperti berongga, sementara bagian atasnya keras sekeras Titanium. Hal ini lah yang menyebabkan bahwa bulan bagaimanapun juga sangat kuat dan tahan serangan. Kawah terbesar di Bulan berdiameter 300KM, dengan kedalaman hanya 6.4KM. Sementara itu, menurut hitungan ilmuwan, jika batuan yang menubruk bulan tadi, menubruk Bumi, maka akan terbentuk lubang paling tidak sedalam 1.200KM!

Bulan yang berongga juga dibuktikan saat kru Apollo yang meninggalkan Bulan, membuang kembali sisa pesawat yang tidak digunakan kembali ke Bulan . Hasilnya, sebuah gempa dan gema pada permukaan bulan terjadi selama 15 menit. Penemuan ini diulang kembali oleh kru Apollo 13, yang kali ini jatuh lebih keras, menimbulkan gema selama 3 jam 20 menit.

Ibaratnya seperti sedang membunyikan lonceng yang kemudian berdentang, hanya saja karena tidak ada udara, maka suara dentang lonceng yang dihasilkan tidak bisa didengar oleh manusia. Sementara itu, penemuan ini dipertanyakan oleh Carl Sagan, bahwa satelit alamiah nggak mungkin kopong dalam nya.

Bebatuan Bulan :
Asal usul batuan dan debu bulan sendiri tidak jelas, karena perbedaan komposisi pembentuk bulan yang berbeda sekali dengan komposisi batuannya. Batu yang pernah diambil team apollo sebesar 380KG lebih, menunjukkan ada nya bahan unik dan langka seperti Titanium murni, kromium, itrium, dan lain lain. Logam ini sangat keras, tahan panas, anti oksidasi. Jenis logam ini tidak terdapat secara alamiah di alam, dan jelas tidak mungkin terbentuk secara alamiah.

Para ilmuwan juga mengalami kesulitan menembus sisi luar bulan sewaktu mereka mengebor bagian terluar bulan. Setelah di teliti, bagian yang di bor tadi adalah sebuah mineral dengan kandungan titanium, uranium 236 dan neptunium 237. Bahan bahan super keras anti karat, yang juga tidak mungkin terbentuk secara alamiah, karena digunakan di bumi untuk membuat pesawat stealth. Kemungkinan besar, ini logam hasil sepuhan manusia!

Batuan bulan juga entah bagaimana sangat magnetik. Padahal tidak ada medan magnet di Bulan itu sendiri. Berbeda dengan bumi yang banyak sekali mengandung medan magnet.

Air menguap :
Pada 7 Maret 1971, instrumen bulan yang dipasang oleh astronot merekam adanya air melewati permukaan bulan. Uap air tadi bertahan hingga 14 jam dan menutupi permukaan seluas 100 mil persegi.

Ukuran bulan = Matahari ?
Bulan bisa menutupi matahari dalam gerhana bulan total, tapi ukurannya tidak sama. Yang menarik, jarak matahari ke bumi persis 395 kali lipat jarak bulan ke bumi, sedangkan diameter matahari persis 395 kali diameter bulan. Pada saat gerhana matahari total, ukuran bumi dan bulan persis sama, sehingga matahari bisa tertutup bulan secara sempurna. Hitungan ini terlalu cermat dan akurat jika hanya merupakan kebetulan astronomi semata.

Orbit yang aneh :
Orbit bulan merupakan satu satunya yang benar benar hampir bulat sempurna dari semua sistem tata surya kita. Berat utama bulan terletak lebih dekat 6000 kaki ketimbang pusat geometris nya, yang harusnya justru mengakibatkan orbit lengkung. Sesuatu yang tidak diketahui telah membuat bulan stabil pada poros nya. Suatu teori yang belum di yakini benar adanya juga mengatakan bahwa wajah bulan yang selalu sama di setiap hari nya karena adanya suatu hal yang menyebabkan itu. Yang pada intinya, tetap suatu kebetulan astronomi.

Asal usul bulan :
Teori bahwa bulan tadinya adalah sebagian dari bumi yang mental keluar bumi karena tumbukan hebat di masa lalu hampir saja di setujui oleh semua orang, setelah sebelumnya mereka mengira bahwa bulan terbentuk dari debu debu angkasa yang mampat menjadi satelit bumi. Belakangan ini teori menyebutkan bahwa jika bagian sebesar bulan terambil dari bumi, maka bumi tidak akan bisa bulat seperti sekarang. Dan jika bulan tidak berongga, maka tidak mungkin bulan bisa berada menjadi satelit bumi. Terlalu berat dan bulan akan menghantam bumi.

Teori teori asal usul bulan kembali dipertanyakan, dan teori paling gila sepanjang sejarah mulai muncul, bahwa bulan diciptakan dengan sengaja oleh manusia terdahulu sebagai alat bantu dalam navigasi dan juga astronomi!

Bulan adalah kapal luar angkasa ?
Kesempurnaan bulan yang keterlaluan, dan berbagai anomali yang ada dibulan, plus ditambah banyaknya benda benda terbang tak dikenal di bulan membuat banyak pihak mengatakan bahwa kemungkinan besar bulan adalah sebuah pesawat luar angkasa super besar yang diciptakan oleh mahluk cerdas pendahulu kita. Dan bulan BELUM ditinggalkan oleh penghuni nya! Semua kru Apollo dan astronot astronot lain atau peneliti bulan, semuanya telah melihat cahaya cahya adan benda benda terbang tak dikenal yang lalu lalang diantara bulan, muncul dan hilang begitu saja, bahkan selalu menyertai setiap kedatangan dan kepergian para team astronot yang mengunjungi bulan.
Read More >>

8 Gunung Terindah Di Dunia

Dablam – Eastern Nepal




(source: pamilne, andersonimages, mbollino)

First climbed in 1961 by the team of Mike Gill, Barry Bishop, Mike Ward, and Wally Romanes, Ama Dablam is a mountain in the Himalaya range of eastern Nepal. Literally meaning ‘Mother and Pearl Necklace’ the peak was adopted by UK’s Invesco group as their worldwide logo and signature. After a 2006 avalanche a climbing permit along with an officer are required before you can climb Ama Dablam.

2. Shivling – Uttarakhand, India

 

 


(source: solafin, lopamudra, naadodi)

The Shivling mountain, so-called because of its status as a sacred symbol of the Hindu god, Shiva, literally means ‘the phallus of Shiva’. Considered one of the most stunning peaks of the Garhwal region, the mountain soars 21,329 feet high. The Tapovan meadow which lies between Shivling and Gaumukh has become a popular pilgrimage site due to the stunning view of the mountain from that location. 

3. Machapuchare – North-Central Nepal

 

 

 

(sources: willdanceforfood, dr-catherine, himalayafan)

Machapuchare, or ‘fish tail’, is revered by locals as sacred to the god Shiva and therefore has been declared off limits to climbing. At about 1,500 feet taller than Shivling, Machapuchare has never been climbed to its summit. The only known attempt at accomplishing the feat fell 50m short, after which the mountain was declared forbidden to climbers.

4. Matterhorn – Italy/Switzerland

 

 

 

(source: uolli, effingham, chrchr_75, serac)

Matterhorn has the distinction of being an iconic emblem of the Swiss Alps even though it isn’t the tallest peak in the region. Because of its status as a huge tourist attraction and one of the best known mountains in the world, authorities have taken extensive measures to build tourist facilities to make the mountain more accessible to novice climbers.

5. Fitz Roy – Argentina/Chile

 

 

 

(sources: etcheverry, lovemyblackcat, maegges, lluilui)

Named Fitz Roy by Francisco Moreno after the Beagle’s captain Robert FitzRoy, the mountain is isn’t the tallest peak in the region and is less than half the size of some of the Himalayan peaks. However, extreme weather conditions and the difficulty of the climb has won the mountain the reputation of being extreme. The mountain is alternatively known as Cerro Chaltén.

6. Sajama – Bolivia

 

 

 

(sources: jgomba, nicointhebus, c_adrian)

Sajama is better known as a volcano (though extinct) but is technically a mountain of volcanic ash. The highest peak in Bolivia, it is 21,463 feet high and is known for some of the tallest trees in the world, at 5200m. The first attempt to climb the mountain came from Joseph Prem in 1927, though the he wasn’t successful until August 1939 with the help of Wilfrid Kuehm. To their credit they took the much more difficult southeast ridge to accomplish the feat.

7. The Rockies – Canada/US

 

 

 

(sources: schlegl, madbuster75, clare&joe, hand_of_sands)

The Canadian Rocky Rockies have five national parks located inside, including four that comprise the Canadian Rocky Mountain Parks World Heritage site. We opted to profile the Canadian Rockies because they’re older, heavily glaciated, and have a very distinct appearance (sharp peaks separated by deep valleys). Mount Robson and Mount Columbia serve as the mountain’s highest peaks at 12,972 and 12,293 feet respectively.

8. Pumori – Nepal/Tibet


 

 

(sources: mbollino, vaclavklicnik, perfilov)

Lining the Nepal-Tibet border, Pumori – or ‘Unmarried Daughter’ – is a popular climbing route in spite of avalanche danger. Because of its proximity of Mount Everest, Pumori is often endearingly called ‘Everest’s Daughter’. The view of Everest from here is considered to be one of the best, given clear weather conditions.
Read More >>

Selasa, 02 Agustus 2011

Mengapa Benda Langit Berbentuk Bulat ?

Kalau kamu perhatikan bentuk-bentuk benda di bumi ini, sangat beragam, bukan? Ada yang bulat, lonjong, persegi, kubus, piramid, dan masih banyak lagi. Tapi coba sekarang, kamu perhatikan bentuk benda-benda langit yang ada di ruang angkasa. Bisa dibilang, semuanya berbentuk bulat.

Matahari yang tiap hari menyinari bumi kita, berbentuk lingkaran. Begitu pun rembulan yang bercahaya lembut pada malam hari. Juga bumi kita ini. Kalau dilihat dari ruang angkasa, planet tempat kita tinggal ini berbentuk bulat dengan paduan warna biru dan putih. Cantik sekali. Bagaimana dengan planet-planet lainnya? Semuanya juga bulat. Rasanya, tidak ada satu pun yang berbentuk persegi atau memiliki sudut yang tajam.

Hal sama juga berlaku pada bintang-bintang nun jauh di sana. Walaupun kalau dilihat dari bumi, bintang yang berkelap-kelip itu sepertinya memiliki sudut yang tajam, sesungguhnya tidak begitu. Para ahli astronomi bilang, bintang-bintang itupun bulat seperti matahari. Kamu tahu kan, matahari adalah bintang juga, hanya saja letaknya paling dekat dengan bumi.

Wah, kenapa semuanya berbentuk bulat ya? Ternyata, hal itu disebabkan oleh adanya gaya gravitasi. Gravitasi adalah gaya tarik setiap zat pada zat lainnya. Karena gravitasi itu pula, planet-planet dan benda langit lainnya tetap berada di tempatnya, tidak 'terbang' ke sana ke mari. Lalu apa hubungan antara gravitasi dengan bentuk benda langit yang serba bulat itu?

Kamu perlu tahu, planet-planet di tata surya terbentuk dari tabrakan serpih-serpih material. Ketika planet-planet yang baru tumbuh itu bertambah besar, gravitasi mereka cenderung menarik masuk serpihan-serpihan material yang lebih kecil. Kemudian serpihan-serpihan material itu dipipihkan. Proses ini berlangsung terus-menerus sehingga terbentuklah sebuah planet yang berbentuk bulat. Wah, hebat ya gaya gravitasi itu. Ia tak cuma bisa membuat buah apel jatuh ke tanah dari pohonnya, tapi lebih dari itu! (bbsb)




< Kalau kamu perhatikan bentuk-bentuk benda di bumi ini, sangat beragam, bukan? Ada yang bulat, lonjong, persegi, kubus, piramid, dan masih banyak lagi. Tapi coba sekarang, kamu perhatikan bentuk benda-benda langit yang ada di ruang angkasa. Bisa dibilang, semuanya berbentuk bulat.

Matahari yang tiap hari menyinari bumi kita, berbentuk lingkaran. Begitu pun rembulan yang bercahaya lembut pada malam hari. Juga bumi kita ini. Kalau dilihat dari ruang angkasa, planet tempat kita tinggal ini berbentuk bulat dengan paduan warna biru dan putih. Cantik sekali. Bagaimana dengan planet-planet lainnya? Semuanya juga bulat. Rasanya, tidak ada satu pun yang berbentuk persegi atau memiliki sudut yang tajam.

Hal sama juga berlaku pada bintang-bintang nun jauh di sana. Walaupun kalau dilihat dari bumi, bintang yang berkelap-kelip itu sepertinya memiliki sudut yang tajam, sesungguhnya tidak begitu. Para ahli astronomi bilang, bintang-bintang itupun bulat seperti matahari. Kamu tahu kan, matahari adalah bintang juga, hanya saja letaknya paling dekat dengan bumi.

Wah, kenapa semuanya berbentuk bulat ya? Ternyata, hal itu disebabkan oleh adanya gaya gravitasi. Gravitasi adalah gaya tarik setiap zat pada zat lainnya. Karena gravitasi itu pula, planet-planet dan benda langit lainnya tetap berada di tempatnya, tidak 'terbang' ke sana ke mari. Lalu apa hubungan antara gravitasi dengan bentuk benda langit yang serba bulat itu?

Kamu perlu tahu, planet-planet di tata surya terbentuk dari tabrakan serpih-serpih material. Ketika planet-planet yang baru tumbuh itu bertambah besar, gravitasi mereka cenderung menarik masuk serpihan-serpihan material yang lebih kecil. Kemudian serpihan-serpihan material itu dipipihkan. Proses ini berlangsung terus-menerus sehingga terbentuklah sebuah planet yang berbentuk bulat. Wah, hebat ya gaya gravitasi itu. Ia tak cuma bisa membuat buah apel jatuh ke tanah dari pohonnya, tapi lebih dari itu!
Read More >>

Matahari Sudah Kehilangan Kobaran Api Sejak Abad ke-17


http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/matahari7890.jpg
Selama bertahun-tahun, para ilmuwan memprediksi jika matahari akan kehilangan nyala api pada tahun 2012. Ini merupakan periode di mana matahari sudah tak memiliki daya panas dan aktivitas dan kehilangan bintik mataharinya.
9
Matahari Sudah Kehilangan Kobaran Api Sejak Abad ke-17
IST
Namun, seperti dilansir AP, Rabu (15/6/2011), tiga penelitian terbaru yang dirilis di Amerika Serikat (AS) menyebutkan jika para ahli percaya bahwa bintik matahari sudah hilang dan tak ada aktivitas lagi sejak abad ke-17 atau tahun 1800-an.
Tanda-tanda itu terlihat dari kehilangan daya pancar, bintik yang melemah, serta aktivitas yang lambat di lubang matahari. demikian dilansir para ahli dari lembaga National Solar Observatory and Air Force Research Laboratory.
"Ini sesuatu yang tak biasa dan tak diduga," kata Frank Hill, direktur NSO's Solar Synoptic Network, mengenai penemuan tiga hasil penelitian itu dan dipresentasikan di dalam pertemuan tahunan di American Astronomical Society's Solar Physics division,Las Cruces, New Mexico.
"Namun, pada faktanya dari tiga hasil penelitian dengan menggunakan sudut pandang yang berbeda melihat matahari dari arah yang sama bahwa ada indikator jelas bintik matahari mengalami hibernasi," kata Hill.
Aktivitas matahari selalu mengalami masa naik dan turun setiap 11 tahun atau lebih. Maksimum dan minimum dari tanda di matahari sekitar setengah interval lubang magnetik yang berbalik di matahari dan terjadi sekitar 22 tahun sekali.
Hill mengatakan lingkaran ini berada di ukuran 24. "Ini mungkin hal yang normal dan lingkaran berikutnya adalah 25 dan ini tidak terjadi untuk beberapa waktu," katanya.
"Ini penting karena lingkaran matahari menyebabkan perubahan cuaca di luar angkasa dan memberikan efektivitas teknologi modern dan memberikan kontribusi ke perubahan iklim," kata Hill.
Read More >>

Senin, 01 Agustus 2011

Penelitian Terbaru, Makanan Berlemak Bisa Menenangkan Jiwa

Penelitian Terbaru, Makanan Berlemak Bisa Menenangkan Jiwa - Makanan berlemak tidak hanya enak di lidah dan perut, penelitian baru menunjukkan bahwa makanan berlemak juga dapat menenangkan jiwa dan membuat orang bahagia. Sayangnya, makanan ini tidak baik jika dikonsumsi terus menerus.

"Makanan berlemak tampaknya dapat membuat kita mengurangi emosi sedih, bahkan meski kita tidak menyadari sedang makan lemak. Lemak yang dimasukkan ke dalam perut dapat menyebabkan perubahan emosional dan fisik." jelas psikiater Dr. Lukas Van Oudenhove, seperti dilansir HealthDay.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfd6wNT0_4Km7HsRrneNsaCCn9wVziv53XMPgi57ItId__fXF75Vrd9QbrAoVa5qpqbxTJI1KIZRgpCcTks1iqoUnkY4Vqbnsf8E_N8ZI4pQQI8pf69jL7s9ZvbSfpa1BgMn8HJddys0E/s1600/ice-cream.jpg
Inilah sebabnya mengapa orang yang makan es krim pasca putus cinta dapat merasa lebih baik. Es krim yang mengandung lemak dapat menjadi penyembuh perasaan emosional dengan membuat orang sedih dan orang yang emosi menjadi tenang.


Apakah ada koneksi antara sinyal yang keluar dari mulut atau perut ke otak?

"Para peneliti sebelumnya telah menangani pertanyaan-pertanyaan ini dengan berfokus pada bagaimana bau, rasa dan tampilan makanan mempengaruhi emosi," kata Dr. Van Oudenhove.

Menurutnya penelitian ini adalah yang pertama. Peneliti melewati stimulasi sensorik dengan menyuntikkan asam lemak langsung ke perut, tanpa diketahui oleh subjek apakah mereka mendapatkan lemak atau salin.

Untuk melakukan penelitian ini, peneliti merekrut 12 orang yang non-obese (tidak gemuk). Relawan sehat kemudian akan menerima asam lemak atau larutan garam melalui tabung makan (feeding tube).

Dengan menggunakan functional MRI (fMRI), peneliti juga mengamati gelombang otak pada relawan seperti saat merasa sedih atau didengarkan musik netral, serta diamati pula ekspresi wajahnya saat sedih dan saat mendengarkan musik.

"Untuk membuat relawan sedih, kita menggunakan musik dan film yang dapat membuat mereka mengernyit (sedih), yang membuat suasana hati turun 2,5 poin dari 10. Tetapi asam lemak dapat membantu mengurangi penurunan poin sebesar 1 poin," jelas Dr. Van Oudenhove.

Menurut Dr. Van Oudenhove, di dalam otak sendiri peneliti menemukan kesedihan yang diinduksi dapat menyebabkan perubahan sekitar 3 sampai 4 persen.

"Cukup banyak, namun tingkat perubahan menyusut menjadi kurang dari 1 persen setelah subjek mendapat dosis asam lemak, setidaknya di sebagian besar wilayah otak yang dianalisis," tutur Dr. Van Oudenhove.

Tidak jelas apakah bahan-bahan lainnya dalam makanan akan memiliki efek yang sama. Dr. Van Oudenhove mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah temuan ini mungkin memiliki nilai dalam pengobatan obesitas, depresi atau gangguan makan. Hasil penelitian ini telah diterbitkan dalam Journal of Clinical Investigation.

Sumber :
detikhealth.com
Read More >>

Minggu, 31 Juli 2011

Ilmuwan Temukan Cara Penguat Ingatan

Ilmuwan Temukan Cara Penguat Ingatan -London – Rasa frustasi saat berusaha mengingat-ingat sesuatu bisa sangat menyusahkan. Namun kini, ilmuwan mengaku berhasil menemukan cara mengatasinya. Bagaimana?


Ilmuwan bekerja keras mencari tahu mengapa orang bisa lupa meletakkan suatu benda. Menariknya, ilmuwan menemukan, pil murah yang sering orang gunakan selama bertahun-tahun untuk mengobati tekanan darah tinggi bisa meningkatkan daya ingat.

Di masa depan nanti, semua orang bisa mengonsumsi Guanfacine atau obat sejenis dari usia paruh baya untuk menjaga ‘momen senior’ tetap berada di tempatnya. Hal ini akan membuat upaya mengingat angka PIN dan ponsel menjadi mudah.

Selain itu, Anda tak perlu perlu lagi ‘berburu’ benda yang Anda lupa menaruhnya. Lebih serius, menjaga ingatan tetap tajam akan memudahkan orang untuk melanjutkan karir yang menuntut hal itu dan menjaga kebebasan mereka seiring masa penuaan.

Para peneliti dari Yale University di New Haven, Connecticut, membuat penemuan ini saat memberi uji ingatan pada monyet yang memiliki masalah mirip manusia untuk mencari benda. Primata ini memiliki permainan komputer di mana ia harus mencari hadiah tersembunyi.

Hewan muda ini bisa mengingat lokasi mengobati benda selama lima detik. Namun hewan tua hanya mampu mengingat informasi tersebut selama separuh waktu hewan muda. Memori yang masih bekerja bergantung pada hubungan antara gumpalan sel-sel otak di daerah yang disebut korteks pre-frontal.

Koneksi ini memungkinkan sel ‘berbicara’ satu sama lain dan memungkinkan satu sel untuk menguatkan lainnya dan menjaga agar ingatan tetap kuat. Dalam monyet tua, koneksi yang ada menjadi lebih lemah.

Namun, saat monyet ini diberi Guanfacine, proses yang terjadi secara signifikan menjadi cepat dan menyerupai hewan muda. Hasil studi yang dimuat di jurnal Nature ini menunjukkan, para peneliti mengaku, bahan kimia tertentu mampu mempercepat proses penuaan otak.

Selain itu, bahan kimia itu mampu mempenetrasi sel-sel dan mengosongkan memori. Guanfacine sendiri mampu menghentikan proses tersebut. Para ahli di Yale sudah mulai menguji Guanfacine pada pria dan wanita sehat guna melihat apakah penyimpangan memori berhenti.

Profesor Amy Arnsten, kepala penelitian pada monyet tersebut, mengatakan, di masa depan orang bisa mengonsumsi Guanfacine atau obat serupa dari usia paruh baya guna menjaga memori tetap tajam di tahun-tahun kemudian.

Perawatan semacam ini ditujukan bagi mereka yang sering mengalami linglung dan tak mungkin menghentikan penyakit Alzheimer. Namun, menjaga otak agar tetap sehat juga bisa membantu mencegah perkembangan penyakit tersebut.
lihat sumbernya Ilmuwan Temukan Cara Penguat Ingatan
Read More >>

Manusia Penghuni Kutub Punya Otak dan Bola Mata Lebih Besar

Manusia Penghuni Kutub Punya Otak dan Bola Mata Lebih Besar - Penelitian terbaru menunjukkan orang yang hidup di daerah kutub mempunyai bola mata dan otak yang lebih besar.

Peningkatan ukuran otak dan mata ini memungkinkan seseorang melihat lebih baik dari pada mereka yang tinggal di katulistiwa.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5jg2bQvJJPeWhchetQfQAbWuVqkS8f2_gewVIvSaoyDsvwnG2aZJeGyHzEGomu9NLE8_u5vfmOwufBml4y4yplY8V_aGrU-2SKnQxgwOOY_7IpTw0ASnvArtAzDlxioWgVjps-wcU4Q/s1600-r/eskimo-family.jpg
"Seseorang yang tinggal di daerah kutub akan memiliki bola mata 20 persen lebih besar dari mereka yang tinggal di equator," kata Kepala Institute of Cognitive & Evolutionary Anthropology Universitas Oxford, Robin Dunbar seperti dilansir laman Discovery News.

"Orang yang tinggal di garis lintang tinggi mempunyai aktivitas visual yang lebih tinggi dari pada yang tinggal di sekitar equator," tambah Dunbar.

"Intinya, mereka memiliki penglihatan lebih baik untuk mengatasi tingkat pencahayaan yang kurang di daerah garis lintang tinggi."

Untuk penelitian ini, Dunbar dan koleganya, Eiluned Pearce meneliti 55 individu dari 12 populasi berbeda.

Penelitian ini difokuskan pada volume dan kapasitas tengkorak. Individu yang diteliti merupakan orang yang hidup pada 200 tahun lalu dan tengkoraknya menjadi koleksi Museum Universitas Oxford.

Penelitian menemukan hubungan yang signifikan antara garis lintang dengan volume otak. Otak terendah dimiliki oleh jenis Micronesia yang banyak tinggal disekitar garis katulistiwa dengan berat otak 40,6 ons.

Sedangkan otak yang lebih besar dimiliki jenis Scandinavia yang banyak tinggal di sekitar kutub dengan berat 50,2 ons.

Tengkorak warga penghuni Kutub Utara tidak dimasukkan, tapi peneliti membuat perkiraan 20 persen lebih besar berdasarkan data yang mereka punya.

Namun, para peneliti dengan cepat mengatakan volume otak ini tidak terkait dengan tingkat kecerdasan.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/14/Eskimo_Family_NGM-v31-p564-2.jpg
"Intinya, yang kami maksudkan orang memiliki otak lebih besar pada orang yang tinggal di garis lintang tinggi, bukan berarti mereka lebih cerdas. Ini hanya berarti mereka memiliki peningkatan volume otak yang digunakan untuk penglihatan dan ini telah meningkatkan ukuran otak secara keseluruhan," kata Pearce.

Bola mata yang lebih besar memungkinkan gambar yang jatuh ke daerah photoreceptor lebih kecil sehingga lebih jelas untuk membedakan.

Jumlah pencahayaan di bumi semakin menurun seiring peningkatan garis lintang. Sehingga, orang-orang yang tinggal di daerah garis lintang tinggi perlu meningkatkan penglihatan.

Sumber :
vivanews.com
Read More >>

Sabtu, 30 Juli 2011

Benarkah Seseorang Bisa Menerawang Masa Depan?

Benarkah Seseorang Bisa Menerawang Masa Depan? - Manusia bisa melihat masa lalu tapi tidak bisa melihat kejadian masa depan. Tapi beberapa orang diketahui bisa melihat masa depan meskipun kadang terlihat atau terdengar aneh. Benarkah seseorang bisa melihat masa depan?

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhm0KJAfP3sNMTOWSKY4EKJuw8e-8dEYUqxQFoyVF6MZmRTC3JeiiWMiiJ4UwBVJZzUFHnKXwoLtCwQwzbSv7gFim2dmM7SSwS2hEDi487ULGTL1RO3_Jh_C7MLB104Af9eLd_plc3z/s400/peramal.jpg
Kondisi seseorang yang bisa melihat peristiwa masa depan atau sesuatu yang belum terjadi disebut dengan 'Extrasensory Perception' atau ESP. Sebagian orang mungkin berpikir hal tersebut berawal dari mimpi yang akhirnya menjadi kenyataan atau memiliki firasat tertentu.

Seperti dikutip dari Healthland.Time, kondisi ini menimbulkan ketertarikan tersendiri bagi banyak orang terutama ilmuwan.

Tapi penelitian psikologi dalam skala besar menemukan hasil bahwa orang yang bisa melihat masa depan (extrasensory perception/ESP) adalah nyata.

ESP adalah indra khusus diluar penglihatan, pendengaran, sentuhan, penciuman dan rasa. Tidak seperti indra biasa lainnya, ESP memiliki jangkauan yang hampir tidak terbatas dan terutama dialami oleh pikiran dibanding sensasi tubuh.

Hasil ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Profesor Cornell. Studi ini dilakukan lebih dari satu dekade dengan melibatkan lebih dari 1.000 mahasiswa. Partisipan diminta untuk menebak gambar di balik tirai yang menyembunyikan suatu foto.

Istilah ESP ini diciptakan pada tahun 1934 oleh profesor JB Rhine dari Duke University, ia merupakan ilmuwan pertama yang melakukan penelitian mengenai paranormal di laboratorium universitas.

Para ahli memiliki teori, mendefinisikan ESP adalah energi yang bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Biasanya energi ini berbentuk gelombang elektromagnetik seperti cahaya, radio dan energi X-ray.

Seperti dilansir Howstuffworks, kemampuan ESP ini merupakan gabungan dari berbagai kemampuan yang berkenaan dengan indra atau fenomenal lainnya.


ESP sendiri ada beberapa jenis yaitu:


1. Telepati, kemampuan untuk membaca pikiran orang lain.

2. Clairvoyance, kemampuan untuk 'melihat' kejadian atau objek yang terjadi di tempat lain.

3. Precognition, kemampuan untuk melihat masa depan.etrocognition, kemampuan untuk melihat masa lalu yang jauh.

4. Mediumship, kemampuan untuk menyalurkan roh-roh orang yang sudah meninggal.

5. Psikometri, kemampuan untuk membaca informasi tentang seseorang atau suatu tempat dengan menyentuh benda fisik.

Sumber :
detikhealth.com
Read More >>

Jumat, 29 Juli 2011

Manusia Penghuni Kutub Punya Otak dan Bola Mata Lebih Besar

Manusia Penghuni Kutub Punya Otak dan Bola Mata Lebih Besar - Penelitian terbaru menunjukkan orang yang hidup di daerah kutub mempunyai bola mata dan otak yang lebih besar.

Peningkatan ukuran otak dan mata ini memungkinkan seseorang melihat lebih baik dari pada mereka yang tinggal di katulistiwa.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5jg2bQvJJPeWhchetQfQAbWuVqkS8f2_gewVIvSaoyDsvwnG2aZJeGyHzEGomu9NLE8_u5vfmOwufBml4y4yplY8V_aGrU-2SKnQxgwOOY_7IpTw0ASnvArtAzDlxioWgVjps-wcU4Q/s1600-r/eskimo-family.jpg
"Seseorang yang tinggal di daerah kutub akan memiliki bola mata 20 persen lebih besar dari mereka yang tinggal di equator," kata Kepala Institute of Cognitive & Evolutionary Anthropology Universitas Oxford, Robin Dunbar seperti dilansir laman Discovery News.

"Orang yang tinggal di garis lintang tinggi mempunyai aktivitas visual yang lebih tinggi dari pada yang tinggal di sekitar equator," tambah Dunbar.

"Intinya, mereka memiliki penglihatan lebih baik untuk mengatasi tingkat pencahayaan yang kurang di daerah garis lintang tinggi."

Untuk penelitian ini, Dunbar dan koleganya, Eiluned Pearce meneliti 55 individu dari 12 populasi berbeda.

Penelitian ini difokuskan pada volume dan kapasitas tengkorak. Individu yang diteliti merupakan orang yang hidup pada 200 tahun lalu dan tengkoraknya menjadi koleksi Museum Universitas Oxford.

Penelitian menemukan hubungan yang signifikan antara garis lintang dengan volume otak. Otak terendah dimiliki oleh jenis Micronesia yang banyak tinggal disekitar garis katulistiwa dengan berat otak 40,6 ons.

Sedangkan otak yang lebih besar dimiliki jenis Scandinavia yang banyak tinggal di sekitar kutub dengan berat 50,2 ons.

Tengkorak warga penghuni Kutub Utara tidak dimasukkan, tapi peneliti membuat perkiraan 20 persen lebih besar berdasarkan data yang mereka punya.

Namun, para peneliti dengan cepat mengatakan volume otak ini tidak terkait dengan tingkat kecerdasan.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/14/Eskimo_Family_NGM-v31-p564-2.jpg
"Intinya, yang kami maksudkan orang memiliki otak lebih besar pada orang yang tinggal di garis lintang tinggi, bukan berarti mereka lebih cerdas. Ini hanya berarti mereka memiliki peningkatan volume otak yang digunakan untuk penglihatan dan ini telah meningkatkan ukuran otak secara keseluruhan," kata Pearce.

Bola mata yang lebih besar memungkinkan gambar yang jatuh ke daerah photoreceptor lebih kecil sehingga lebih jelas untuk membedakan.

Jumlah pencahayaan di bumi semakin menurun seiring peningkatan garis lintang. Sehingga, orang-orang yang tinggal di daerah garis lintang tinggi perlu meningkatkan penglihatan.

Sumber :
vivanews.com
Read More >>