Tampilkan postingan dengan label Zona Extreme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zona Extreme. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Agustus 2011

Jarum Suntik Tertinggal Di Bokong Selama 31 Tahun


http://3.bp.blogspot.com/_6A8Ng6m7_tM/SvmtJRl2yLI/AAAAAAAACyg/vaaEIwXCDhQ/s400/uberreview190.jpg

Astaga!HidupGaya - Seorang pensiunan asal China akhirnya dapat merasakan duduk dengan nyaman setelah dokter mengeluarkan sebatang jarum suntik patah yang 'bersemayam' di bokong pria tersebut selama 31 tahun.

Lao Du, 55, yang berdomisili di Zhengzhou, mengatakan bahwa jarum itu tertinggal di bokongnya akibat perbuatan seorang dokter amatir di tahun 1978, demikian lansir Zhongyuan Network.

"Saat itu saya demam dan agar cepat sembuh, saya mengunjungi klinik. Kala itu saya dilayani oleh seorang dokter amatir yang ditugaskan di kampung halaman. Ketika ia menyuntik saya, entah bagaimana tiba-tiba jarum itu patah di dalam pantat saya," ujarnya.

"Setelah insiden tersebut, saya langsung dikirim ke rumah sakit yang lebih besar. Setelah sempat diopname selama kurang lebih 9 hari, tim dokter di sana gagal menemukan jarum yang patah itu."

Lao Du selalu percaya bahwa jarum yang patah itu masih tertinggal di bokongnya, dan setelah bertahun-tahun ia baru merasakan akibatnya. Sekitar empat hingga lima tahun silam ia mulai merasa ada yang menusuk-nusuk di bagian belakangnya.

"Bahkan berjalan pun terkadang membuat saya menderita," keluhnya.

"Sudah banyak rumah sakit saya datangi, namun tak ada satupun dari mereka yang berani mengambil tindakan medis karena mereka tak yakin dapat menemukan jarum suntik halus yang tertinggal di bokong saya selama 31 tahun lalu itu."

Akhirnya Du mencoba keberuntungan terakhirnya dengan mengunjungi Zhengzhou People Hospital dan untungnya ada tim dokter yang bersedia menolongnya menemukan jarum patah tersebut.

Kepala ahli bedah Fu Konglong, akhirnya berhasil menemukan dan mengeluarkan jarum suntik itu setelah 3 jam melakukan pembedahan. Ia mengatakan, "Ini adalah pekerjaan yang sangat melelahkan dan membutuhkan ketelitian. Kami harus mencari jarum tersebut di tiap serat ototnya. Untunglah semua berakhir dengan baik dan kini Mr Du dapat beraktivitas kembali dengan tenang."
Read More >>

Hukuman Mati Yang Tidak Bikin Mati




Hukuman Mati Yang Tidak Bikin Mati
Kalo urusan ajal itu tidak ada yang tahu bisa datang tiba-tiba dan ga bisa diprediksi, bahkan kematian yang sudah didepan mata pun bisa tidak jadi karena memang belum ajalnya. Ini sangat aneh sekali Biasanya kalau seseorang di vonis mati, maka umur si tersangka dapat dikatakan sudah berada di tangan para eksekutor. Namun, ada beberapa orang yang berhasil survive dari proses pencabutan nyawa yang dilegalkan oleh hukum tersebut.


Anne Green
Dieksekusi mati dengan cara digantung ketika berumur 22 tahun. Pada masa itu, hukuman gantung dilaksanakan dengan cara si napi disuruh naik tangga dan mengalungkan sendiri tali ke lehernya.


Setelah tergantung slama 1/2 jam, tubuh anne diturunkan dan diberikan pada pihak universitas sebagai bahan kuliah anatomi. Namun, setelah di kampus, peti dibuka dan dokter mendengar suara bernapas dari tenggorokannya.

Mereka segera memberinya minum. Dua belas jam setelah eksekusi, Anne sudah bisa bicara beberapa kata. Beberapa tahun kemudian Anne akhirnya menikah dan punya 3 orang anak, serta dapat hidup 15 tahun lagi setelah peristiwa eksekusi yang membuatnya terkenal itu.

Setelah kasus ini, terpidana mati digantung dengan cara dijatuhkan dari ketinggian tertentu untuk mematahkan lehernya, shingga dapat mati secara cepat. 




John Henry George Lee
John merupakan seorang pembantu di rumah Miss Emma. Suatu hari, Miss Emma ditemukan tewas dengan leher yang tersayat pisau dan rumahnya terbakar. John kemudian dinyatakan bersalah dan divonis hukuman gantung. Menurut jadwal, John akan dgantung pada 23 Februari 1885 di Exeter Prison.


Ketika sudah hari-H, John dibawa keluar dari selnya untuk menuju tempat eksekusi. Namun, trap door (pintu penyekat antar zona penjara) macet. Bukan hanya sekali, dua kali, tapi tiga kali.

Di tengah kebingungan pihak penjara dan eksekutor, John dikembalikan ke sel nya. Dan beberapa hari kemudian, hukumannya diubah menjadi kurungan seumur hidup.


William Duell
Ketika berusia 16 tahun, William divonis mati dengan cara digantung. Akibat tuduhan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang gadis di Village of Tyburn, London.


Sama seperti bu Anne, jasad dari William rencananya akan dimanfaatkan di kuliah medical training, sesuai dengan prosedur regular pada waktu itu. Setelah dinyatakan mati, jasadnya dibawa ke universitas.

Kemudian setelah pakaian nya dilucuti dan diletakkan di atas papan, ada seorang petugas lab yg menyadari bahwa jasad william bernapas. Makin lama, william bernapas makin cepat. Dan dalam 2 jam, ia sudah bisa duduk. Malam itu juga, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan hukumannya menjadi hukuman kurungan. 


Joseph Samuel

Joseph divonis mati dengan cara digantung setelah dituduh melakukan perampokkan rumah seorang wanita kaya dan polisi yang menjaga rumah tersebut ikut terbunuh.

Joseph memang mengakui perampokkan tersebut. Namun, ia menyatakan bahwa ia tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Joseph merampok rumah tersebut bersama gengnya. Si kepala geng dilepaskan karena kurangnya barang bukti.

Pada 1803, Joseph dibawa bersama napi lain ke Parramatta, di mana sudah ada ratusan orang yang datang untuk melihat eksekusi ini. Setelah berdoa, Joseph naik ke atas gerobak dan di lehernya dikalungkan tali. Setelah siap, gerobak tersebut ditarik.

Bukannya menggantung tubuh Joseph, tali tersebut malah putus. Algojo coba lagi, tetapi kali ini tali tersebut selip dan kaki Joseph menyentuh tanah. Di tengah kegaduhan penonton, algojo coba lagi untuk ketiga kali. Tali tersebut kembali putus.

Kali ini petugas di lokasi mengabarkan gubernur tentang peristiwa ini. Setelah mengetahuinya, gubernur mengubah hukuman Joseph menjadi kurungan seumur hidup. Gubernur dan petugas lain meyakini bahwa kejadian tersebut merupakan petunjuk dari Tuhan, bahwa tidak seharusnya Joseph mendapat hukuman tersebut. 

Wenseslao Moguel
Moguel divonis mati dengan cara ditembak oleh regu tembak kepolisian. Ia ditembak 9 kali, termasuk 1 peluru terakhir yang ditembakkan ke kepalanya oleh komandan regu dalam jarak dekat untuk memastikan kematiannya.


Entah bagaimana, Moguel bisa bertahan hidup dan berencana untuk melarikan diri. Moguel pulang ke kampungnya untuk menikmati sisa hidupnya yang sangat berharga tersebut. Foto di atas diambil pada tahun 1937 di acara Ripley's Believe It or Not. Dimana Moguel memperlihatkan tanda bekas peluru yg menembus kepalanya dari jarak dekat.

Read More >>

Tanduk Banteng Menembus Leher Hingga Mulut Matador Spanyol

Pria asal Spanyol berusia 41 tahun, Julio Aparicio mengalami serangan balik dari banteng lawan tandingnya.
Julio Aparicio mengalami luka parah pada bagian lehernya yang tertembus oleh tanduk banteng hingga kemulut… namun beruntung bagi matador Spanyol ini, diinformasikan kondisinya dapat diselamatkan.

[nugum.blogspot.com]
Read More >>

Kamis, 04 Agustus 2011

Jumat, 29 Juli 2011

Saat Turbin Wahana Tornado Dufan Macet


Kepolisian Polsek Pademangan memeriksa sejumlah petugas permaninan wahana Dunia Fantasi, Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Pasalnya, wahana permainan Tornado, tiba-tiba macet akibat pasokan listrik tiba-tiba padam. Peristiwa mencekam tersebut terjadi Rabu (20/11) yang membuat 15 pengunjung yang berada di ketinggian 5 meter ketakutan. Menurut keterangan Humas PT Taman Impian Jaya Ancol Ni Ketut Sofia Cakti, Kamis (21/7) saat dikonfirmasi membenarkan kalau wahana Tornado tidak berfungsi.
Menakutkan bagi pengunjung wahana tornado yang sedang tergantung diketinggian 5 meter karena macet
Menakutkan bagi pengunjung wahana tornado yang sedang tergantung diketinggian 5 meter karena macet
“Memang saat itu ada pengunjung sebanyak 15 orang sedang menikmati wahana tersebut,” jelasnya. Namun Sofia membantah, kabar kalau ada korban jiwa yang terluka saat Tornado tidak berfungsi. “Silahkan cek kalau memang ada korban jiwa, kami pihak Ancol akan bertanggungjawab,” kilahnya. Menurut Sofia tidak berfungsinya Tornado, akibat turbinnya rusak. Dikatakan Sofia wahana Tornado, telah mendapat sertifikasi ISO 9001-2008.
Padahal, sudah dilakukan pengecekan rutin. Dijelaskannya, Tornado mogok sekitar pukul 18.00 WIB. Diakuinya, sekitar 15 pengunjung yang sedang menikmati wahana tersebut wajahnya pucat dan sempat panik. Sementara itu Kapolsek Pademangan Komisaris Polisi Ahmad David, mengatakan sudah memeriksa sejumlah petugas dari pihak Tornado Ancol. Dijelaskannya, ketika Tornado mendadak berhenti lampu-lampu tiba-tiba mati. Dibutuhkan waktu 30 menit untuk mengevakuasi 15 pengunjung di atas Tornado yang tingginya sekitar 5 meter.
Evakuasi dapat berjalan lancar karena pihak Dunia Fantasi (Dufan) sudah menjalankan prosedur operasional dengan benar,” jelasnya. Para pengunjung di wahana tersebut, tidak terjatuh karena mereka terkunci oleh sabuk pengaman. Saat ini kepolisian juga ikut memeriksa, untuk mengetahui apa penyebab sistem kerja wahana itu terganggu. “Untuk sementara Wahana ditutup, sampai kondisi mesin dapat dipastikan aman untuk digunakan,” tegasnya




sumber :http://ruanghati.com/2011/07/22/kejadian-horor-saat-turbin-wahana-tornado-dufan-macet/
Read More >>